Lompat ke isi utama
Logo Yayasan Pupuk Kaltim Yayasan Pupuk Kaltim Pelopor Sekolah Umum Religius
Prestasi

Bukan Sekadar Medali, Perjalanan Michael Menembus Nasional OSN IPS (Podcast Michael Keii Shen Peraih Medali Perak OSN IPS SD 2026)

Moh. Bahri, S.Pd.Si., M.Pd. • • 11 kali dibaca • SD 1 YPK

BONTANG – Medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat nasional menjadi pencapaian membanggakan bagi Michael, siswa kelas 6A SD 1 Yayasan Pupuk Kaltim. Namun, di balik medali tersebut tersimpan perjalanan panjang: dari keberanian mencoba, kegagalan di tahun sebelumnya, latihan yang melelahkan, hingga perjuangan melewati seleksi demi seleksi.

Michael meraih medali perak setelah berhasil melewati rangkaian OSN IPS 2026 mulai dari tingkat sekolah, kota, provinsi, hingga nasional. Di tingkat nasional yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026, ia tidak hanya menghadapi soal-soal dengan tingkat analisis yang semakin tinggi, tetapi juga harus menyelesaikan tugas membuat peta infografis serta mengikuti presentasi dan wawancara.

Pengumuman hasil pada 30 Agustus menjadi momen yang tidak terlupakan. Michael menyaksikan pengumuman tersebut bersama ayahnya, sementara ibu dan keluarganya mengikuti siaran langsung. Namanya akhirnya tercatat sebagai peraih medali perak OSN IPS tingkat nasional.

Bagi Michael, capaian tersebut tidak datang dengan target besar sejak awal. Ia justru menjalaninya selangkah demi selangkah.

“Awalnya target saya hanya lolos ke tahap berikutnya,” demikian gambaran perjalanan Michael dalam podcast. Setelah berhasil melewati satu seleksi, barulah ia memikirkan tantangan berikutnya.

Pola tersebut membuat perjalanan menuju nasional terasa lebih realistis. Seleksi sekolah yang berhasil dilalui membuka jalan menuju tingkat kota. Dari tingkat kota, Michael melanjutkan ke provinsi. Setelah kembali lolos, barulah tingkat nasional menjadi tujuan berikutnya.

Pernah Gagal, Lalu Mencoba Lagi

Perjalanan Michael bersama OSN sebenarnya sudah dimulai sejak kelas 4. Saat itu, ia mengikuti OSN IPS setelah diajak wali kelasnya, Bu Risti.

Pada 2025, langkahnya baru sampai tingkat kabupaten/kota. Michael belum berhasil melanjutkan ke tingkat provinsi.

Kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti.

Ketika duduk di kelas 5, Bu Rani kembali mengajaknya mengikuti OSN IPS. Michael menerima kesempatan tersebut dan berusaha lebih serius. Pada OSN IPS 2026, ia berhasil lolos seleksi sekolah sebagai salah satu dari lima siswa SD 1 YPK yang menjadi wakil sekolah.

Bu Rani melihat konsistensi Michael dalam pelajaran IPS. Semangatnya mengikuti latihan juga semakin berkembang. Dari situlah pendampingan dilakukan secara lebih intensif untuk membantu Michael mengembangkan kemampuannya.

Ketika Belajar Tidak Selalu Mudah

Menjadi peserta OSN bukan berarti Michael selalu bersemangat setiap saat. Ada kalanya ia menghadapi rasa kantuk, bosan, dan lelah.

IPS menuntut siswa untuk banyak membaca dan memahami berbagai teori. Bagi Michael, mempelajari banyak materi secara mandiri terkadang membuatnya mengantuk. Materi yang sudah dipelajari juga tidak selalu mudah diingat.

Karena itu, proses belajar tidak dilakukan seorang diri. Michael belajar bersama Bu Rani dan mengikuti bimbingan daring di rumah bersama teman-temannya.

Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi belajar. Ketika mulai lelah, Bu Rani memberikan kesempatan untuk beristirahat. Michael bahkan mendapatkan waktu sekitar 30 menit untuk mengambil jeda.

Ketika rasa bosan muncul, pendekatan yang dilakukan pun tidak selalu berupa tambahan latihan soal. Bu Rani mengajaknya berbincang dan menanyakan kehidupan Michael di luar sekolah.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendampingan prestasi bukan semata-mata tentang mengejar nilai. Ada perhatian terhadap kondisi emosional dan keseharian siswa yang juga perlu dijaga.

Guru yang Memahami Sebelum Mengarahkan

Bagi Bu Rani, setiap anak memiliki kebutuhan dan karakter yang berbeda. Karena itu, guru perlu terlebih dahulu memahami kesulitan yang dihadapi siswa, hal yang mereka sukai, serta cara belajar yang membuat mereka nyaman.

Ketika siswa melakukan kesalahan dalam latihan, respons yang diberikan tidak selalu berupa teguran. Guru perlu mencari tahu penyebabnya dan membantu anak menemukan cara belajar yang lebih sesuai.

Begitu pula dengan apresiasi. Keberhasilan tidak harus selalu berupa pencapaian besar untuk layak dihargai. Kemajuan kecil, seperti mampu menyelesaikan tugas atau memahami materi yang sebelumnya sulit, juga dapat menjadi sumber kepercayaan diri bagi siswa.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Michael. Guru tidak hanya hadir untuk memberikan materi, tetapi juga menemani proses, membaca kondisi siswa, memberikan jeda ketika diperlukan, sekaligus mendorongnya kembali ketika semangat mulai turun.

Dukungan tersebut kemudian diperkuat oleh keluarga yang terus mendampingi Michael selama mengikuti rangkaian kompetisi.

Ujian Terbesar Bukan Hanya Soal

Tantangan semakin terasa ketika Michael mencapai tingkat nasional.

Selain menghadapi peserta yang merupakan hasil seleksi terbaik dari berbagai daerah, tingkat nasional menghadirkan bentuk penilaian yang lebih kompleks. Michael harus membuat peta infografis, kemudian menjelaskannya dalam presentasi dan menghadapi sesi wawancara.

Situasi tersebut membuatnya gugup. Rasa tegang bahkan membuatnya merasa mual.

Di tengah kondisi tersebut, Michael memilih berdoa dan menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.

Pengalaman itu menjadi bagian penting dari perjalanan kompetisinya. Ia tidak hanya belajar IPS, tetapi juga belajar menghadapi tekanan, mengendalikan rasa gugup, dan tampil ketika berada dalam situasi yang tidak nyaman.

Prestasi yang Lahir dari Keberanian Mencoba

Kini, medali perak telah menjadi bagian dari perjalanan Michael. Namun, ketika ditanya tentang pesan untuk teman-temannya, ia tidak hanya berbicara tentang kemenangan.

Michael justru mengajak teman-temannya untuk berani mencoba.

Menurutnya, mengikuti lomba bukan semata-mata tentang menang atau kalah. Ada pengalaman yang diperoleh, proses belajar yang dijalani, serta ilmu yang bertambah selama mengikuti kompetisi.

Pesan tersebut terasa kuat jika melihat kembali perjalanan Michael sendiri. Ia pernah berhenti di tingkat kabupaten/kota. Ia pernah merasa mengantuk dan bosan ketika belajar. Ia pernah gugup menghadapi presentasi dan wawancara.

Namun, ia terus melangkah.

Dari seleksi sekolah pada 23 Februari, tingkat kota pada 8 Juni, tingkat provinsi pada 20 Juli, hingga tingkat nasional pada 26–30 Agustus, Michael membuktikan bahwa perjalanan besar dapat dimulai dari satu langkah kecil.

Medali perak menjadi hasil akhirnya. Tetapi bagi Michael dan orang-orang yang mendampinginya, proses menuju medali itulah yang justru menyimpan pelajaran paling berharga.

Keberanian untuk mencoba, kesediaan untuk belajar, kemampuan bangkit setelah belum berhasil, serta dukungan guru dan keluarga menjadi rangkaian yang membawa Michael sampai ke tingkat nasional.

Bagi SD 1 Yayasan Pupuk Kaltim, kisah Michael juga menjadi pengingat bahwa potensi siswa tidak selalu muncul dalam satu kesempatan. Potensi tumbuh ketika anak diberi kesempatan untuk mencoba, didampingi ketika menghadapi kesulitan, dan dihargai setiap kali menunjukkan kemajuan.

Karena pada akhirnya, sebuah medali mungkin hanya menunjukkan hasil. Tetapi proses di baliknya menunjukkan bagaimana seorang anak tumbuh.

Moh. Bahri, S.Pd.Si., M.Pd. Administrator Sistem

Seorang hamba Allah SWT yang senantiasa berupaya menjadi kholifah (pengelola) di bumi ini, termasuk pengelola website ini. Bismillahirrahamanirrahim

Tulisan lainnya
Hubungi kami