Hadapi Kemarau Panjang dan Karhutla, Yayasan Pupuk Kaltim Ajak Siswa Salat Istisqa Serentak
BONTANG – Di tengah kemarau yang berkepanjangan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta menurunnya debit air di sejumlah waduk dan sungai, Yayasan Pupuk Kaltim mengajak seluruh satuan pendidikan di bawah naungannya untuk melakukan ikhtiar bersama melalui Salat Istisqa atau salat memohon hujan.
Salat Istisqa akan dilaksanakan secara serentak pada Rabu, 16 September 2026, pukul 07.00–08.00 WITA, di halaman sekolah masing-masing. Kegiatan ini menjadi bentuk doa dan ikhtiar spiritual agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat dan kemaslahatan bagi alam semesta.
Himbauan tersebut disampaikan Yayasan Pupuk Kaltim melalui Kabid Akademik Sinto, S.Pd., tertanggal 14 September 2026. Seluruh unit sekolah diminta melakukan koordinasi dengan manajemen sekolah dan tim Agama Islam untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan.
Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, Salat Istisqa menjadi bagian dari upaya YPK menanamkan nilai-nilai religius kepada peserta didik. Dalam kondisi lingkungan yang menghadapi tantangan akibat kemarau panjang, siswa diajak untuk memahami bahwa manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan serta rahmat Allah SWT.
Melalui kegiatan tersebut, siswa juga diharapkan belajar memaknai kepedulian terhadap lingkungan. Berkurangnya ketersediaan air dan meningkatnya risiko Karhutla menjadi pengingat bahwa kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.
Pelaksanaan kegiatan juga tetap memperhatikan keberagaman warga sekolah. Siswa yang beragama Kristen, Katolik, dan Hindu diarahkan untuk mengikuti kegiatan doa sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan Pupuk Kaltim dalam membangun lingkungan pendidikan yang religius sekaligus menghargai keberagaman.
Salat Istisqa sendiri merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika mengalami kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan. Dalam pelaksanaannya, umat memohon ampunan, berdoa, dan memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang bermanfaat.
Bagi YPK, momentum ini sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter. Nilai keimanan dan ketakwaan tidak hanya ditanamkan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang mengajak siswa merespons persoalan lingkungan dan kehidupan dengan sikap religius, peduli, serta penuh kesadaran.
Seluruh satuan pendidikan YPK diharapkan dapat mempersiapkan kegiatan dengan sebaik-baiknya agar pelaksanaan berjalan tertib dan khidmat.
Di tengah kemarau yang panjang, seluruh keluarga besar Yayasan Pupuk Kaltim pun diajak untuk bersama-sama menundukkan hati, memanjatkan doa, dan memperkuat ikhtiar.
Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang penuh rahmat, mencukupi kebutuhan air, menjaga alam dari bencana, serta memberikan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Yayasan Pupuk Kaltim
*Pelopor Sekolah Umum Religius*
Berdedikasi, Berinovasi, dan Berprestasi
Seorang hamba Allah SWT yang senantiasa berupaya menjadi kholifah (pengelola) di bumi ini, termasuk pengelola website ini. Bismillahirrahamanirrahim
Tulisan lainnya
