Lompat ke isi utama
Logo Yayasan Pupuk Kaltim Yayasan Pupuk Kaltim Pelopor Sekolah Umum Religius
Berita Yayasan

Ketika Al-Qur’an Menjadi Bagian dari Kehidupan Sekolah, SMP YPK gelar Khotmil Qur'an dan Wisudah Tahfidz

Moh. Bahri, S.Pd.Si., M.Pd. • • 43 kali dibaca • SMP YPK
Ketika Al-Qur’an Menjadi Bagian dari Kehidupan Sekolah, SMP YPK gelar Khotmil Qur'an dan Wisudah Tahfidz

BONTANG – Pendidikan yang bermakna tidak hanya tentang seberapa jauh pengetahuan dikuasai, tetapi juga tentang nilai apa yang tumbuh dan menetap dalam diri peserta didik. Prinsip itulah yang terus dibangun SMP Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) melalui pembinaan Al-Qur’an yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah.

Sabtu, 3 Oktober 2026, suasana religius terasa di Aula 3D Kota Bontang, Jalan Awang Long. Sejak pukul 08.00 WITA hingga selesai, ratusan siswa, guru, dan orang tua berkumpul dalam Khatmil Qur’an dan Wisuda Tahfidz SMP YPK—sebuah momentum yang bukan sekadar perayaan capaian, tetapi juga peneguhan komitmen sekolah untuk menumbuhkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

Sebanyak 196 siswa mengikuti wisuda. Di dalamnya terdapat 10 siswa yang mencapai hafalan dua hingga lima juz. Sementara itu, 54 siswa telah mengikuti uji kemampuan membaca Al-Qur’an dengan menyetorkan bacaan kepada ustaz dan dinyatakan lulus dengan baik.

Angka-angka tersebut menggambarkan sebuah proses pembinaan yang berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan. Di SMP YPK, Al-Qur’an tidak ditempatkan sebagai pengetahuan yang berhenti di ruang pembelajaran, melainkan diupayakan menjadi bagian dari kebiasaan dan karakter siswa.

Kepala SMP YPK, Perma Bakti, M.Pd., menyampaikan bahwa Khatmil Qur’an dan Wisuda Tahfidz merupakan bentuk rasa syukur atas kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an sekaligus penghargaan terhadap ikhtiar mereka dalam menghafalkannya.

“Masih banyak di antara anak-anak kita yang bisa membaca Al-Qur’an dengan baik. Sehingga hari ini kita berkumpul untuk merayakan bentuk syukur itu dalam kegiatan Khatmil Qur’an dan Wisuda Tahfidz,” ujarnya.

Ia menegaskan, momentum tersebut diarahkan pada tujuan yang lebih jauh daripada sekadar pencapaian hafalan. Tema kegiatan, “Dengan Khatmil Qur’an Kita Tingkatkan Kecintaan Kita kepada Al-Qur’an dan Mengamalkannya di dalam Kehidupan Sehari-hari”, menjadi pesan utama agar interaksi siswa dengan Al-Qur’an berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Hafalan Menuju Pengamalan

Bagi SMP YPK, hafalan merupakan bagian dari perjalanan, bukan tujuan akhir. Kesungguhan siswa terlihat dari capaian yang beragam, mulai dari satu, dua, tiga, empat hingga lima juz.

“Anak-anak kita sudah berusaha dengan ikhlas. Sampai ada yang hafal satu juz, dua juz, tiga juz, empat juz, bahkan lima juz. Insyaallah, sebelum tamat nanti, hafalannya akan bertambah satu atau dua juz lagi,” kata Perma Bakti.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki ruang untuk bertumbuh sesuai kemampuan dan prosesnya masing-masing. Sekolah memberikan dukungan agar minat siswa terhadap Al-Qur’an dapat berkembang menjadi kebiasaan yang terus terpelihara.

Karena itu, Perma Bakti menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menjaga proses tersebut.

“Tugas kita sebagai orang tua, sebagai guru, dan sebagai masyarakat adalah menjaga anak-anak kita supaya selalu berada dalam keadaan baik. Kita perlu mengingatkan apabila melihat anak-anak kita tidak berada di jalan yang baik,” tuturnya.

Menjaga anak, lanjutnya, juga berarti menyediakan fasilitas dan lingkungan yang memungkinkan mereka belajar Al-Qur’an secara nyaman dan berkelanjutan.

Sekolah Menjadi Ruang Tumbuh Al-Qur’an

Komitmen tersebut diwujudkan SMP YPK melalui berbagai wadah pembelajaran. Sekolah menyediakan kelas belajar Al-Qur’an, kelas Umi, kelas YPI, serta kelas tahfidz.

Kehadiran berbagai kelas tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menjawab kebutuhan peserta didik pada jenjang remaja. Perma Bakti menyebut, pada usia SMP terkadang terdapat siswa yang mulai merasa malu untuk mengaji di masjid. Sekolah kemudian menghadirkan ruang belajar Al-Qur’an di lingkungan sekolah agar kebiasaan tersebut tetap terjaga.

“Wisuda bukan berarti anak-anak setelah selesai wisuda kemudian berhenti mengaji,” tegasnya.

Pesan itu menjadi salah satu substansi penting dari pelaksanaan wisuda. Selebrasi atas capaian hari ini justru diarahkan menjadi energi untuk melanjutkan perjalanan berikutnya: membaca lebih baik, menghafal lebih banyak, memahami lebih dalam, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Dengan demikian, Khatmil Qur’an dan Wisuda Tahfidz SMP YPK menjadi bagian dari ikhtiar pendidikan yang lebih luas. Pendidikan religius tidak dibangun hanya melalui seremoni, tetapi melalui pembiasaan, penyediaan ruang belajar, pendampingan, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat.

Di tengah tuntutan pendidikan yang semakin kompleks, SMP YPK berupaya menjaga keseimbangan antara pengembangan kompetensi akademik dan pembentukan karakter. Al-Qur’an menjadi salah satu fondasi yang dihadirkan untuk membangun kebiasaan baik, kedisiplinan, kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan, serta kesadaran untuk menerapkannya dalam kehidupan.

Khatmil Qur’an hari ini, dengan demikian, bukanlah titik akhir. Ia adalah penanda dari sebuah perjalanan yang terus berlangsung—ketika ayat-ayat yang dibaca dan dihafalkan di sekolah diharapkan tumbuh menjadi nilai yang hidup dalam keseharian peserta didik.

Bagi orang tua dan masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung, rangkaian Khatmil Qur’an dan Wisuda Tahfidz SMP YPK dapat disaksikan melalui siaran langsung YouTube:

Moh. Bahri, S.Pd.Si., M.Pd. Administrator Sistem

Seorang hamba Allah SWT yang senantiasa berupaya menjadi kholifah (pengelola) di bumi ini, termasuk pengelola website ini. Bismillahirrahamanirrahim

Tulisan lainnya
Hubungi kami