Lompat ke isi utama
Logo Yayasan Pupuk Kaltim Yayasan Pupuk Kaltim Pelopor Sekolah Umum Religius
Prestasi

Prestasi Zhafa di Panggung Dunia, Bukti Pendidikan Inklusif SMA YPK Beri Ruang bagi Setiap Potensi

Moh. Bahri, S.Pd.Si., M.Pd. • • 8 kali dibaca • SMA YPK

BONTANG – Prestasi internasional yang diraih Muhammad Zhafa Al Ghifari di Philippine International Math and Science Olympics (PIMSO) 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi SMA Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) dan Kota Bontang. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi gambaran bagaimana lingkungan pendidikan yang inklusif dapat membuka ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang sesuai potensi dan minatnya.

Siswa SMA YPK tersebut berhasil meraih medali perak pada babak final PIMSO 2026 bidang Sains, setelah sebelumnya memperoleh medali emas pada babak penyisihan. Babak final kompetisi internasional itu berlangsung di Davao City, Filipina, pada 27 Februari–2 Maret 2026.

PIMSO 2026 diselenggarakan International Champions in Education (ICE) Filipina dan diikuti perwakilan dari 15 negara, dengan peserta dari jenjang TK hingga SMA. Untuk bidang Sains, peserta menghadapi materi yang mencakup biologi, fisika, kimia, ilmu bumi dan lingkungan, serta ilmu luar angkasa.

Namun, perjalanan Zhafa menuju panggung kompetisi internasional tidak hanya menarik karena prestasi akademiknya. Zhafa merupakan neurodivergent survivor dengan ADHD dan Asperger, yang dalam proses pendidikannya memiliki karakteristik, minat, dan cara bereksplorasi yang khas.

Di tengah keberagaman tersebut, Zhafa justru mampu mengembangkan ketertarikannya pada bidang sains secara mendalam. Sejak kecil, ia memiliki minat khusus terhadap zoologi dan paleontologi. Ketertarikannya kemudian berkembang melalui hobi digital drawing, terutama menggambar dinosaurus dan ekosistem di sekitarnya dengan detail dan presisi.

Minat tersebut tidak berhenti sebagai hobi. Bagi Zhafa, menggambar menjadi salah satu cara untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan pengetahuannya mengenai dunia yang ia minati.

Ibunda Zhafa, Novi Apriany, mengatakan keluarga bersyukur putranya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ketertarikan tersebut sekaligus berkompetisi di tingkat internasional.

“Bahwa keterbatasan tidaklah menghalangi diri untuk dapat berinteraksi dan berkompetisi di tingkat global sesuai dengan bidang yang diminati,” ungkap Novi.

Menurutnya, capaian Zhafa diharapkan dapat memberikan motivasi bagi anak-anak neurodivergent lainnya. Pesan yang ingin dibawa bukan semata tentang medali, melainkan tentang kesempatan bagi setiap anak untuk menemukan bidang yang menjadi kekuatannya.

### Ketika Sekolah Memberi Ruang untuk Bertumbuh

Peran lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam perjalanan Zhafa. Keluarga menyampaikan apresiasi kepada SMA YPK yang dinilai mampu memberikan lingkungan sosial yang kondusif bagi perkembangan Zhafa, baik melalui dukungan para pengajar maupun interaksi dengan teman-teman di sekolah.

Lingkungan tersebut menjadi penting dalam pendidikan inklusif. Setiap peserta didik memiliki karakter, kebutuhan, cara berinteraksi, serta kekuatan yang berbeda. Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan siswa mengikuti pola yang sama, tetapi juga dari kemampuan lingkungan pendidikan dalam memberikan ruang agar potensi masing-masing anak dapat berkembang.

Dalam konteks Zhafa, ketertarikan terhadap sains dan digital drawing menjadi dua hal yang saling melengkapi. Ketika minat tersebut mendapatkan ruang untuk berkembang, ia dapat menjadi modal bagi peserta didik untuk membangun kepercayaan diri sekaligus berprestasi.

Capaian di PIMSO 2026 pun memperlihatkan bahwa keberagaman bukan penghalang bagi seorang siswa untuk tampil di panggung global.

Zhafa sendiri bercita-cita menjadi dokter hewan atau peneliti, dua bidang yang sejalan dengan ketertarikannya terhadap zoologi dan ilmu pengetahuan.

Prestasinya di Filipina menjadi pengingat bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tentang memberikan kesempatan untuk belajar di ruang kelas yang sama. Lebih jauh, pendidikan inklusif adalah tentang menciptakan lingkungan yang memungkinkan setiap anak menemukan kekuatannya, mengembangkan minatnya, dan memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dari Bontang, Zhafa membuktikan bahwa ketika potensi seorang anak diberi ruang untuk tumbuh, keterbatasan tidak harus menjadi batas bagi prestasi.

Moh. Bahri, S.Pd.Si., M.Pd. Administrator Sistem

Seorang hamba Allah SWT yang senantiasa berupaya menjadi kholifah (pengelola) di bumi ini, termasuk pengelola website ini. Bismillahirrahamanirrahim

Tulisan lainnya
Hubungi kami