Rapor Sisipan, Momentum Evaluasi dan Sinergi Sekolah dengan Orang Tua
BONTANG – Pengambilan rapor sisipan di SD 1 Yayasan Pupuk Kaltim menjadi momentum bagi sekolah dan orang tua untuk bersama-sama melihat perkembangan siswa di pertengahan semester.
Dalam Podcast Ceria Cerita Edukasi Riang, salah satu orang tua siswa, Bunda Gemi dan Gian, berbagi pengalaman mengenai perkembangan kedua putra-putrinya. Di tengah kesibukan bekerja, ia tetap menyempatkan diri datang ke sekolah untuk mengambil rapor sekaligus mengetahui perkembangan anak.
Gemi saat ini duduk di kelas 6B, sedangkan Gian di kelas 3B. Bagi keluarga, perkembangan Gemi menjadi perhatian khusus karena berada di jenjang akhir sekolah dasar dan akan segera melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya.
Menurut sang bunda, rapor sisipan membantu orang tua mengetahui capaian anak, termasuk bagian yang sudah baik maupun yang masih perlu diperbaiki. Dengan dibagikan di tengah semester, hasil evaluasi tersebut masih dapat menjadi dasar untuk melakukan perbaikan sebelum semester berakhir.
“Rapor sisipan ini menjadi bentuk evaluasi bagi kami sebagai orang tua untuk melihat sejauh mana pemahaman anak-anak, mana yang kurang, mana yang harus diperbaiki dan ditingkatkan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi para guru yang terus mendampingi anak-anak melalui pembelajaran, tugas, latihan, dan persiapan menghadapi materi berikutnya. Sejauh ini, ia menilai perkembangan kedua anaknya berjalan dengan baik.
Tidak Hanya Nilai Akademik
Sekolah memandang perkembangan anak tidak hanya dari capaian akademik. Nilai memang menjadi salah satu indikator pembelajaran, tetapi karakter dan potensi anak juga perlu mendapatkan perhatian.
Setiap anak memiliki kemampuan dan minat yang berbeda. Karena itu, SD 1 YPK memberikan ruang melalui berbagai kegiatan dan ekstrakurikuler agar siswa dapat mengeksplorasi minat sekaligus mengembangkan potensinya.
Gemi, misalnya, menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap kegiatan pramuka. Antusiasmenya bahkan tetap terlihat ketika kegiatan tersebut harus diliburkan karena adanya agenda lain.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perkembangan anak dapat terlihat dari berbagai aktivitas, tidak hanya melalui hasil belajar di kelas.
Kepercayaan yang Dibangun Bersama
Bagi keluarga Gemi dan Gian, SD 1 YPK juga memiliki kedekatan tersendiri. Kedua orang tua mereka merupakan alumni YPK. Setelah mempertimbangkan berbagai pilihan, keluarga akhirnya memilih kembali YPK sebagai tempat pendidikan bagi anak-anak mereka.
Sang bunda menyampaikan apresiasi kepada guru-guru yang telah mendampingi kedua anaknya, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan anak selama bersekolah di SD 1 YPK.
Sekolah dan Keluarga Berjalan Bersama
Pengambilan rapor sisipan pada akhirnya bukan sekadar kegiatan menerima laporan hasil belajar. Momentum ini menjadi ruang komunikasi antara sekolah dan orang tua untuk memahami perkembangan anak dan menentukan langkah pendampingan selanjutnya.
Sekolah dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan siswa selama di lingkungan pendidikan, sementara keluarga memberikan dukungan dan pendampingan dari rumah.
Sinergi keduanya menjadi penting agar perkembangan akademik, karakter, dan potensi anak dapat terus diperhatikan.
Dengan demikian, rapor sisipan bukanlah akhir dari sebuah penilaian, melainkan bagian dari proses untuk melihat apa yang sudah dicapai dan apa yang masih dapat dikembangkan.
Karena pendidikan bukan hanya tentang nilai, tetapi juga tentang bagaimana anak tumbuh, menemukan potensinya, membangun karakter, dan mendapatkan dukungan yang konsisten dari sekolah maupun keluarga.
Seorang hamba Allah SWT yang senantiasa berupaya menjadi kholifah (pengelola) di bumi ini, termasuk pengelola website ini. Bismillahirrahamanirrahim
Tulisan lainnya


