Bagaimana gempa dan kondisi pesisir memengaruhi dampak tsunami? Ubah parameter di bawah dan amati perubahannya secara langsung.
π Area Simulasi
Zona Gempa β Laut β Pantai β Permukiman. Tekan Mulai Simulasi untuk melihat gelombang bergerak menuju daratan.
βΈοΈ Simulasi belum dimulai
π ZONA GEMPAπ LAUTποΈ PANTAIποΈ PERMUKIMAN
5.09.5 Magnitudo
5 km100 km
100 m2000 m
Mengapa hasilnya begini?
Semakin besar magnitudo dan semakin dangkal titik gempa, semakin besar energi yang dipindahkan ke air laut sehingga gelombang tsunami berpotensi lebih tinggi.
Permukiman yang lebih dekat ke pantai punya waktu lebih sedikit untuk evakuasi dan terkena genangan lebih dalam.
Perlindungan pantai seperti mangrove dan vegetasi meredam energi gelombang sebelum mencapai rumah warga, sedangkan kepadatan permukiman yang tinggi membuat lebih banyak orang dan bangunan berada dalam zona bahaya.
π― MISSION: Selamatkan Pesisir!
π― Target: Turunkan Risiko Tsunami hingga di bawah 30%! Coba ubah jarak permukiman, perlindungan pantai, dan kepadatan permukiman.
π SKOR: 0
βββββ
π§ͺ Mode Eksperimen
Coba beberapa kondisi siap pakai lalu amati perubahan hasilnya.
π Pertanyaan Refleksi
π Hasil Simulasi
Kekuatan Gempa7.0 M
Kedalaman30 km
Jarak Pantai800 m
Perlindungan PantaiSedikit
Kepadatan PendudukSedang
π Risiko Tsunami0%
π’ Rendah
π Perkiraan Ketinggian Gelombang0.0 m
π§ Jarak Genangan0 m
π Grafik Perubahan Risiko
Terekam setiap kali simulasi dijalankan.
π‘ Tahukah Kamu?
Tsunami dapat terjadi akibat gangguan besar di dasar laut, salah satunya gempa bumi bawah laut. Namun, tidak semua gempa menghasilkan tsunami.
Risiko dampak tsunami juga dipengaruhi oleh kondisi wilayah pesisir, bentuk pantai, elevasi daratan, dan kesiapsiagaan masyarakat β bukan hanya kekuatan gempanya saja.