Termometer Alkohol vs Air Raksa
Geser suhu lingkungan dan lihat bagaimana kedua jenis termometer merespons — termasuk saat mereka mencapai batas kemampuannya.
| Alkohol | Air Raksa | |
|---|---|---|
| Titik beku | −114 °C | −39 °C |
| Titik didih | 78 °C | 357 °C |
| Warna asli | Bening (perlu pewarna) | Mengkilap seperti perak |
| Kepekaan | Lebih peka (pemuaian besar) | Kurang peka (pemuaian lebih kecil) |
| Pemuaian | Tidak teratur | Sangat teratur (linear) |
| Keamanan | Tidak beracun | Beracun bila pecah |
| Cocok untuk | Daerah bersuhu sangat rendah | Pengukuran presisi & suhu tinggi |
Naikkan atau turunkan suhu untuk melihat kapan masing-masing zat pembeku cair mencapai batasnya.
Perbandingan Skala Suhu
Geser suhu dalam Celsius, lalu lihat nilainya berubah otomatis dalam skala Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin.
Perbandingan C : R : (F−32) selalu tetap 5 : 4 : 9. Ingat pola ini agar mudah mengonversi tanpa menghafal rumus.
Pemuaian Logam & Zat Cair
Satu slider suhu mengendalikan dua percobaan sekaligus: bimetal yang melengkung, dan zat cair yang naik di dalam pipa kaca.
Dua logam berbeda jenis dilekatkan jadi satu. Karena pemuaiannya tidak sama, keping bimetal melengkung ke arah logam yang muainya lebih kecil (logam B) — logam A yang muainya lebih besar selalu berada di sisi luar lengkungan. Prinsip ini dipakai pada termostat setrika.
Zat cair memuai lebih besar daripada zat padat. Alkohol memuai lebih cepat daripada air pada kenaikan suhu yang sama — sebabnya kolomnya naik lebih tinggi.
Kalor Jenis & Kapasitas Kalor
Kalor jenis (c) adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram zat sebesar 1 °C — sifat khas tiap zat. Kapasitas kalor (C) adalah banyaknya kalor untuk menaikkan suhu 1 °C pada seluruh benda tertentu (bergantung massanya).
Semakin kecil kalor jenis suatu zat, semakin cepat suhunya naik saat dipanaskan — itulah sebabnya logam terasa cepat panas, sedangkan air lambat panas meski dipanaskan dengan api yang sama.
Rumus yang sama berlaku baik saat zat menyerap kalor (suhu naik) maupun melepas kalor (suhu turun) — hanya arah perpindahan kalornya yang berbeda.
Kesetimbangan Termal — Azas Black
Ketika dua zat bersuhu berbeda dicampur, kalor yang dilepas zat panas sama dengan kalor yang diterima zat dingin, hingga keduanya mencapai suhu akhir yang sama (kesetimbangan termal).
Pencampuran Dua Zat Cair
Tuangkan air panas dari gelas kiri dan air dingin dari gelas kanan ke dalam satu wadah, lalu lihat warnanya berbaur dan suhunya menyatu.
Diasumsikan kedua gelas berisi zat sejenis (air) sehingga kalor jenisnya sama dan saling meniadakan dalam rumus.
Konduksi, Konveksi & Radiasi
Tiga cara kalor berpindah — nyalakan masing-masing animasi untuk melihat bedanya.
Kalor merambat lewat getaran partikel logam tanpa partikelnya berpindah tempat — cocok untuk zat padat.
Kalor berpindah bersama aliran partikel zat cair atau gas — air panas naik, air dingin turun, membentuk arus melingkar.
Kalor berpindah sebagai gelombang, tanpa medium perantara — sebab itulah panas matahari bisa sampai ke Bumi melalui ruang hampa.
Kuis Cepat
Uji pemahamanmu tentang suhu, kalor, dan perpindahannya.